Jangan Ke Starbucks Lagi! Tolak ‘Gay’ Marriage! (Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia)


Starbucks exploitation of its commercial clout to promote so-called ‘gay’ marriage was never more ‘in your face’ than at its annual meeting last week, when one share-holder was, basically, told to get lost by the pro-homo CEO Howard Shultz.

——————————————

  • howard-schultz-3-450x337  An arrogant CEO – Shultz of Starbucks

=================

Thanks to AFA’s Focal Point program, we can see and hear what happened!

Bryan Fischer interviewed Starbucks shareholder Tom Strobhar…the interview includes a clip of Mr. Shultz’ comments, is available here.

Meanwhile, we repost the Bahasa Indonesia appeal from last year, and urge our local readers to post it on their religious or other useful websites. https://rossrightangle.wordpress.com/2012/05/25/ayo-bacalah-bahasa-indonesia-boikot-starbucks/

Thanks to NOM in America for translating the case against Starbucks!
RRA happily passes on this welcome message to Indonesian readers.
Here’s the full link! http://www.dumpstarbucks.com/?lang=in

Kenapa kita harus ‘Enyahkan Starbucks’??

Kami memohon seluruh pelanggan di seluruh dunia untuk mengenyahkan atau memboikot Starbucks karena disposisi perusahaan tersebut di seluruh lapisan yang menyatakan bahwa definisi baku pernikahan antara laki-laki dan perempuan harus dihapuskan, dan bahwa pernikahan sesama jenis harus dijadikan normalitas yang setara. Akibatnya, Starbucks telah menyinggung setidaknya separuh dari pelanggannya di Amerika, juga sebagian besar pelanggan internasional.

————————————————-

     

————————

Pada tanggal 24 Januari 2012, Starbucks menyebarkan memorandum yang menyatakan bahwa, “Pernikahan sesama jenis merupakan inti jati diri kami sebagai perusahan dan sangat kami junjung tinggi.”

Starbucks juga mengerahkan sumberdayanya untuk berpartisipasi di berbagai kasus peradilan untuk menjatuhkan hukum baku federal bahwa pernikahan secara definisi adalah penggabungan antara laki-laki dan perempuan.

Di banyak wilayah di mana Starbucks mengoperasikan bisnisnya, konsep ‘Pernikahan Gay’ dianggap sangat tabu dan sangat menyinggung nilai-nilai budaya, moral, serta agama.

——————-

     

——————————-

Dalam menjalankan aksinya, Starbucks dengan tegas menyatakan perang budaya terhadap keyakinan seluruh kalangan beragama (dan jutaan pihak lainnya) yang yakin bahwa institusi perkawinan antara laki-laki dan perempuan harus dipertahankan.

Sebagian dari harga setiap cangkir kopi yang Anda beli di Starbucks di mana pun di seluruh dunia ditujukan untuk mendanai serangan perusahaan ini terhadap penikahan yang wajar.

Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan di seluruh dunia untuk bergabung dalam kampanye ‘Enyahkan Starbucks’.

Mohon tandatangani petisi ini untuk mendaftarkan protes Anda secara resmi…

no-to-gay-marriage_350x350_front-300x300